Tuesday, October 16, 2012

Manfaat VS Biaya Energi Alternatif


Oleh: Zidnie Dzakya (Kajian Strategis BEM FEB UGM)

Besarnya tingkat subsidi yang diberikan dari APBN kepada energi seperti BBM dan listrik lama-kelamaan akan menjadi bumerang bagi fiskal dan perekonomian Indonesia. Karenanya, perlu ada revolusi terhadap energi alternatif agar ketergantungan masyarakat terhadap energi yang telah ada dan akan segera habis sehingga membuat harganya mahal perlahan-lahan tergantikan. Hanya saja biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk menyediakan energi alternatif itu apakah lebih besar dengan manfaat yang diberikan energi altenatif untuk perekonomian Indonesia.

Subsidi terbesar dari anggaran negara adalah untuk subsidi energi dalam hal ini BBM dan listrik. Namun sampai sekarang pengadaan subsidi tersebut tidak tepat sasaran padahal minyak semakin langka dan mahal. Oleh karena itu, perlu ada alternatif untuk energi selain minyak dan listrik. Apabila telah ditemukan alternatif diluar minyak dan listrik, maka negara dapat menghemat beberapa persen dari APBN dan dapat dialihkan untuk subsidi non-energi seperti pangan, pupuk dan lain sebagainya. Namun sebelum menuju itu, pemerintah harus lebih dulu mengalihkan subsidi energi tersebut kepada subsidi dan bantuan pengelolaan dan penelitian energi alternatif.

Dewasa ini telah muncul berbagai jenis mobil dengan energi alternatif seperti surya, listrik dan biosolar. Namun penelitian dan perakitan mobil dengan bahan bakar alternatif tersebut terbentur dana. Pemerintah seyogyanya membantu. Biayanya memang cukup besar namun manfaat jangka panjang nya memang lebih menguntungkan daripada apabila pemerintah terus-terusan memberikan subsidi energi seperti BBM dan listrik dimana kita tahu bahwa subsidi trsebut masih banyak yang salah sasaran.

Hanya saja, kembali ditekankan bahwa pengalihan tersebut perlu ada kontrol dan monitoring dari pihak terkait dan kita semua. Agar manfaat dan biaya dari pengalihan subsidi energi kepada pengembangan energi alternatif dapat tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan kita bersama. Sehingga pada akhirnya manfaat dan biaya dari pengalihan tersebut lebih besar manfaat. Sehingga kita bersama dapat menyelamatkan fiskal perekonomian Indonesia dan dapat menghemat energi yang pada akhirnya harusnya subsidi energi yang bekum tepat sasaan tersebut dapat diberikan kepada masyarakat strata menengah kebawah dengan subsidi non-energi seperti pupuk dan lain sebagainya.

Kesimpulannya, manfaat dan biaya yang dikeluarkan dari pengadaan dan pengembangan energi alternatif, pengalihan APBN dari subsidi energi (BBM dan listrik) menjadi bantuan pengelolaan, penelitian dan pengembangan energi alternatif lebih besar manfaatnya dalam jangka panjang,. Karena subsidi energi sampai saat ini tidak tepat sasaran dan pemborosan APBN. Memang biaya yang dikeluarkan dari penelitian dan pengembangan energi alternatif besar, namun hal ini akan membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap minyak bumi. Yang ini akan berdampak pada tingkat subsidi yang diberikan pemerintah diambil dari APBN akan berkurang dan dapat dialihkan (di masa mendatang) menjadi subsidi non-energi yang lebih bersahabat kepada masyarakat menengah ke bawah. 

No comments: